Lambang Kota Surabaya

Lambang Kota Surabaya yang berlaku sampai saat ini ditetapkan oleh DPRS Kota Besar Surabaya dengan putusan nomor 34 / DPRDS tanggal 19 Juni 1955, diperkuat dengan Keputusan Presiden R.I. No. 193 tahun 1956 tanggal 14 Desember 1956 yang isinya adalah :

Continue reading

Advertisements

Pedestrian Surabaya Rangking Satu

Pedestrian atau penataaan trotoar untuk pejalan kaki di Kota Surabaya sudah menuai prestasi. Dari 20 kota di Indonesia yang dikunjungi tim Wahana Tata Nugraha (WTN), Surabaya menempati urutan pertama. Direktur Keselamatan Trasportasi Darat Direktorat Jenderal Departemen Perhubungan, Suripno mengatakan, kota Surabaya memiliki pedestrian atau trotoar sudah tergolong sangat baik.

Continue reading

Visi dan Misi kota Surabaya

VISI Pembangunan kota  Surabaya tahun 2006-2010

Berdasarkan beberapa permasalahan pokok yang telah diuraikan, maka Visi pembangunan kota Surabaya sampai dengan tahun 2010, adalah sebagai “SURABAYA CERDAS dan PEDULI (SURABAYA SMART and CARE)”. Terwujudnya kota Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa yang cerdas dalam merespon semua peluang dan tuntutan global, didukung oleh kepedulian tinggi dalam mewujudkan struktur pemerintahan dan kemasyarakatan yang demokratis, bermartabat dalam tatanan lingkungan yang sehat dan manusiawi.

Continue reading

Sejarah kota Surabaya

Sebelum kedatangan Belanda

Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota wali sanga, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di daerah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kesultanan Demak.

Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram: diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran Sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.

Dalam perjanjian antara Paku Buwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC.

Continue reading